Lagu Kemabuk Tuak Mendapat Penghargaan Dari Sekda Ketapang, Ini Cerita Pencipta lagunya.

Ketapang, InfoKetapang – Flavius Ade Mandala Putra menerima Piagam Penghargaan Raihan Cipta Lagu Kemabuk Tuak yang diserahkan langsung Sekda Kabupaten Ketapang Alexander Wilyo,S.STP., M.Si. yang bergelar Patih Jaga Pati Laman Sembilan Domong Sepuluh Kerajaan Hulu Aik, Sabtu (27/05/2023) bertempat di Rumah Adat Mangku Jaya Kengkubang Jelayan, Desa Jelayan, Kecamatan Tumbang Titi.

Flavius Ade Mandala Putra kelahiran Jelayan 11 Juni 1993 ini yang sering di panggil Ade Jak sesuai dengan nama Channel YouTube nya Ade Jak.

Channel Youtube Ade Jak Viral di media Sosial dengan Ciptaan Lagunya Berjudul Kemabuk Tuak telah mencapai 1,9 juta penonton di Channel YouTube, sehingga membuat beberapa deretan artis penyanyi Dayak khususnya Kalimantan Barat mengcover lagu ciptaannya tersebut yaitu salah satunya artis Dayak Bernama PELA Gadis Dayak.

Ade Jak menjelaskan bahwa Lagu Kemabuk Tuak terinspirasi berawal dari melihat dan pengalaman pribadi ketika pada saat ada acara adat begendang Nikah Kawin Jadi Suntung, Tentobus nyapat Tohun Sasih Musim atau Acara Adat Kanjan Serayung.

“Dalam acara tersebut minuman yang wajib ada itu adalah Tuak. Nah, setiap ada acara tersebut orang-orang akan berkumpul dalam sebuah tempat dan meminum tuak dari gelas sampai menghabiskan tuak yang ada didalam tajau, sampai-sampai ada orang yang mabuk tidak bisa pulang sehingga pulang pun tinggal digendong oleh temannya,” jelas Ade jak menceritakan sedikit tentang cerita Lagu Kemabuk Tuak tersebut saat diwawancarai.

Selain itu, Dia juga menjelaskan untuk bagian lirik Kombang Labu’ kombang sengkuang bolum mabuk bolum ku pulang itu adalah lagu yang biasa dinyanyikan oleh orang-orang yang disebut tukang gayung, orang yang memberikan gelas ke orang lain yang berisi tuak untuk diminum.

Baca juga  Sekda Sampaikan Titik Terang GOR Indoor, saat Tutup Turnamen Futsal

Ade jak juga menceritakan bahwa tempo hari pernah lagu ciptaannya yang berjudul Kamabuk Tuak diakui ciptaannya oleh orang lain namun, Ia tetap menanggapi hal tersebut dengan positif walaupun ada kekecewaan kepada oknum yang mengaku Lagu Ciptaannya tersebut.

“Tanggapanku sih kalo masalah onan, Mari kita sesama musisi atau pencipta lagu saling menghargai karya orang lain. Karena setiap karya itu otomatis memiliki Hak Cipta Eksklusif ketika karya tersebut dipublikasikan dan diperdengarkan ke orang banyak” pesan Ade Jak.(wd)